IMP-Unit
CAPAIAN INDIKATOR MUTU PRIORITAS UNIT (IMP-UNIT)
Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Plan
a. Mempertahankan capaian tingkat respon time pelayanan dokter IGD < 5 menit, diutamakan pada pasien gawat darurat
b. Memetakan sisa < 20% keterlambatan berdasarkan jam kejadian hari, dan ketegori triase untuk menemukan pola hambatan utama
Do
a. Monev penerapan protokol triase
b. Mencatat secara real waktu kedatangan pasien di IGD dan waktu dokter mulai memeriksa di rekam medis
Study
Mengumpulkan dan menganalisis data response time dokter IGD bulanan
Action
Mempertahankan sikap dan perilaku yang sudah baik, serta memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam proses pelayanan yang diberikan
Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
Plan
Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan petugas poli memberikan surat kontrol sebelum pasien pulang
Do
Monitoring harian terhadap petugas dalam memberikan surat kontrol sebelum pasien pulang
Study
Mengambil data kepatuhan dan melakukan wawancara acak kepada pasien ketika masih mengantre obat di farmasi
Action
a. Menerapkan fitur mandatory field pembuatan surat kontrol di e-RM sebagai SPO yang dikunci oleh sistem
b. Memberikan lembar observasi kepada petugas untuk mencatat jumlah pasien dan jumlah surat kontrol yang dicetak
c. Berkolaborasi dengan Tim IT untuk melakukan optimalisasi jaringan bridging sistem rumah sakit dengan server jaminan kesehatan agar proses cetak tidak terkendala lag pada jam sibuk
Instalasi Rawat Inap Atas (Irna-A)
Plan
Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan jam pemberian obat oral sesuai jadwal
Do
a. Menugaskan perawat penanggung jawab asuham (PPJA) untuk memverifikasi kesiapan obat oral 1 jam sebelum jadwal pemberian
b. Monitoring ketepatan waktu pemberian obat oral dan mengidentifikasi akar masalah
Study
Melakukan audit sampling ketepatan waktu pada lembar catatan pemberian obat (catatan elektronik/grafik obat) setelah 2 minggu
Action
Memberikan lembar catatan kepada perawat untuk mencatat jam pemberian obat kemudian mengintegrasikan dengan petugas farmasi
Instalasi Rawat Inap Atas (Irna-B)
Plan
Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan jam pemberian obat oral sesuai jadwal
Do
a. Menugaskan perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) untuk memverifikasi kesiapan obat oral 1 jam sebelum jadwal pemberian `
b. Monitoring ketepatan waktu pemberian obat oral dan mengidentifikasi akar masalah
Study
Melakukan audit sampling ketepatan waktu pada lembar catatan pemberian obat (catatan elektronik/grafik obat) setelah 2 minggu
Action
Memberikan lembar catatan kepada perawat untuk mencatat jam pemberian obat kemudian mengintegrasikan dengan petugas farmasi
Instalasi Bedah Sentral (IBS)
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat ketepatan waktu petugas memindahkan pasien pasca operasi minimal 2 jam
b. Menyusun SPO koordinasi penjemputan pasien antara perawat RR dan perawat ruangan 15 menit sebelum waktu observasi 2 jam berakhir
Do
a. Menyosialisasikan ulang regulasi observasi minimal 2 jam dan kriteria pemulihan anestesi kepada seluruh tim kamar operasi dan perawat rawat inap
b. Monitoring melaluui lembar kontrol check-out pasien di logbook RR
c. Perawat RR berhak menolak perpindahan pasien jika waktu observasi belum genap 2 jam, kecuali atas instruksi tertulis Dokter Spesialis Anestesi (Sp.An) karena indikasi klinis khusus
Study
Melakukan audit sampling pada rekam medis (membandingkan jam masuk RR vs jam keluar RR) setelah 2 minggu
Action
Petugas RR mengisi lembar kontrol waktu check-out pasien di logbook secara disiplin
Installation Central Unit (ICU)
Plan
a. Mempertahankan tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat ke pasien
b. Memperketat kepatuhan Verifikasi Ganda (Double-Check) khusu untuk setiap perubahan dosis (titrasi) obat high-alert di ICU
Do
a. Perawat ICU secara konsisten melakukan verifikasi ganda mandiri dengan sejawat (2 orang perawat) setiap kali menyiapkan, mengganti kolf/spuit baru, dan mengubah kecepatan dosis obat titrasi
b. Melakukan edukasi penyegaran (refreshment) berkala mengenai perhitungan dosis obat kritis saat operan dinas (handover)
Study
Mengumpulkan data insiden dan melakukan audit kepatuhan sediaan obat di ICU setiap bulan
Action
Perawat menerapkan lembar kerja khusus (checklist) verifikasi obat sebelum diberikan ke pasien
Unit Neonatus
Plan
a. Mempertahankan tingkat kepatuhan pengisian berkas rekam medis elektronik (RME) di unit neonatus
b. Menyusun jadwal audit silang (cross-audit) minggunan oleh Kepala Ruang dan Komite Medis/Keperawatan untuk menilai kualitas kedalaman isi e-RM (bukan hanya aspek terisi/kosong)
Do
Monitoring kepala unit melalui dasbor RME
Study
Mengambil data audit kuantitatif dan kualitatif pengisian e-RM neonatus
Action
Berkolaborasi dengan Tim IT untuk menambahkan fitur penarikan data otomatis jika mesin monitor pasien sudah terintegrasi dengan SIMRS
Unit VK
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan petugas melakukan edukasi perawatan payudara pasien post melahirkan
b. Menyeiakan alat bantu edukasi tentang perawatan payudara
c. Menyusus standar materi edukasi yang mencakup teknik pengompresan, pemijatan payudara (oxytocin/breast massage), dan cara mengatasi puting datar/terbenam
Do
a. Menyosialisasikan ulang pentingnya edukasi breast care pasca-melahirkan dan melatih petugas menggunakan alat peraga secara seragam
b. Petugas memberikan edukasi langsung kepada pasien (didampingi suami/keluarga terdekat) pada hari pertama pasca melahirkan
c. Membagikan leaflet ringkas yang bisa dibawa pulang oleh pasien sebagai panduan mandiri di rumah
Study
Mengaudit kelengkapan dokumentasi edukasi di e-RM dan melakukan wawancara acak kepada pasien nifas sebelum mereka diizinkan pulang (discharge)
Action
Perawat menjadikan checklist edukasi perawatan payudara sebagai dokumen wajib dalam SPO discharge planning pasca nifas
Unit Radiologi
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan penulisan diagnosis oleh petugas ruangan dalam permintaan form radiologi
b. Melakukan sosialisasi ulang tentang pentingnya pengisian diagnosis lengkap
c. Membuat kebijakan penolakan sementara/pengembalian formulir oleh unit radiologi jika tidak ada diagnosis
Do
a. Sosialisasikan aturan baru kepada perawat dan dokter di ruangan
b. Monitoring petugas dalam penulisan form radiologi
c. Formulir yang tidak lengkap dikembalikan ke ruangan untuk dilengkapi sebelum tindakana dilakukan (kecuali kasus cito/gawat darurat)
Study
a. Data persentase kepatuhan penulisan diagnosis
b. Identifikasi kendala yang muncul
Action
Petugas diberi kewenangan untuk menolak atau mengkonfirmasi ulang jika menerima form tanpa diagnosis
Unit Laboratorium
Plan
a. Mempertahankan capaian ketepatan waktu hasil pemeriksaan laboratorium CITO kurang dari 30 menit
b. Merencankan jadwal pemeliharaan rutin (maintenance) alat laboratorium agar tidak terjadi downtime
Do
a. Menerapkan alur kerja CITO yang sudah sukses tersebut secara konsisten di setiap operasional harian
b. Monitoring petugas dalam pemeriksaan CITO
Study
a. Melakukan audit internal bulanan terhadap kepatuhan waktu tunggu laboratorium CITO
b. Menganalisis jika ada nyaris-cedera (near-miss) atau kendala kecil yang sempat berpotensi menghambat waktu pemeriksaan
Action
Mempertahankan kebijakan, alur kerja, dan komitmen petugas yang sudah berjalan baik, serta SPO yang ada dinyatakan efektif dan terus dilanjutkan
Unit Farmasi
Plan
a. Mempertahankan capaian tingkat waktu tunggu pelayanan obat jadi kurang dari 30 menit
b. Optimalisasi pembagian tugas staf (shirting/pacing) pada jam-jam sibuk
c. Penerapan sistem pre-packing untuk obat-obatan jadi yang paling sering diresepkan (fast-moving)
Do
a. Monitoring petugas dalam proses pelayanan resep obat jadi
b. Catat secara akurat waktu tunggu setiap resep, terutama yang melebihi 30 menit, untuk bahan evaluasi
c. Lakukan penyiapan wadah dan etiket lebih awal untuk obat-obat kronis/jadi yang popular
d. Terapkan jadwal giliran kerja staf farmasi yang lebih padat pada jam puncak kunjungan dokter
Study
Petakan waktu keterlambatan, apakah sisa resep yang terlambat tersebut murni karen antrean atau ada masalah teknik lain
Action
a. Mempertahankan pengaturan tata letak obat berbasis Fast Moving dan jalur resep yang telah berjalan baik
b. Jika penataan staf di jam sibuk berhasil menaikkan capaian di atas 80%, kunci metode ini sebagai SPO
c. Jika angka tetap bertahan di 80% (tidak turun tapi tidak naik), evaluasi faktor eksternal seperti kecepatan dokter dalam menginput resep elektronik (e-resep) atau jarak pengantaran obat
Unit Gizi
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat ketepatan pemberian jenis diet pasien
b. Ahli gizi fokus pada akurasi input data order diet dan pembuatan label di dapur. Perawat ruangan diberdayakan untuk memverifikasi diet pasien di ruangan
c. Menerapkan SPO verifikasi dua arah, dimana pekarya gizi dapur dan perawat ruangan wajib melakukan serah terima (handover) dan cocokkan nama serta jenis diet pada etiket makanan
Do
a. Ahlil gizi membuat rekapitulasi diet harian yang jelas dan menempelkan etiket diet pada wadah makanan di dapur gizi
b. Saat makanan disajikan ke pasien, perawat ruangan bersama pramusaji mencocokkan etiket makanan dengan daftar diet pasien di ruangan sebelum dibagikan
Study
a. Data persentase ketepatan pemberian diet di ruangan
b. Evalusai apakah perawat ruangan merasa terbebani atau justru terbantu dengan adanya kejelasan alur ini
c. Catat jika masih ada diet yang lolos/salah meskipuun sudah dijaga oleh perawat
Action
a. Standarisasi alur interprofesi ini ke dalam SPO resmi Rumah Sakit. Tegaskan bahwa tanggung jawab ketepatan diet hilir (ruangan) adalah tanggung jawab bersama perawat dan pramusaji, bukan hanya ahli gizi
b. Jika perawat kesulitan karena kesibukan medis, modifikasi rencana dengan melatih 1 orang perwakilan pramusaji senior/koordinasi dapur sebagai pengawas mutu khusu (Quality Control) di area distribusi dapur sebelum makanan keluar
c. Mengintegrasikan sistem order gizi ke dalam rekam medis elektronik sehingga saat ruang rawat inap menginput diet baru, komputer di instalasi gizi langsung menerima notifikasi real-time tanpa perlu telepon manual lagi
Unit Rekam Medik
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kelengkapan berkas rekam medis 2 x 24 jam setelah pelayanan
b. Petugas rekam medis melakukan analisis ketidaklengkapan langsung di ruangan sebelum berkas dipindahkan
Do
Petugas rekam medis memberikan alert harian kepada ruangan/DPJP terkait berkas yang mendekati batas waktu 2 x 24 jam
Study
a. Data persentase kelengkapan berkas rekam medis 2 x 24 jam
b. Identifikasi alasan spesifik penyebab berkas masih tidak lengkap
Action
Melaporkan data ketidakpatuhan untuk pemberian reward (penghargaan) atau punishment (teguran tertulis) berkala
Unit Front Office
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kecepatan petugas pendaftaran rawat inap kurang dari 20 menit
b. Menerapkan papan informasi digital (real-time bed management system) yang terintegrasi, sehingga petugas pendaftaran bisa melihat sisa kamar kosong tanpa harus menelepon ruangan
c. Pembagian tugas di loket pendaftaran (satu petugas fokus melayani komunikasi dengan pasien/keluarga, satu petugas paralel melakukan verifikasi penjaminan/BPJS)
d. Menyediakan brosur/papan informasi di IGD dan Poliklinik mengenai berkas wajib yang harus disiapkan pasien sebelum menuju loket rawat inap
Do
a. Gunakan grup komunikasi instan khusus (jika sistem digital belum ada) untuk update ketersediaan bed secara cepat antar-ruangan dan pendaftaran
b.Uji coba pembagian peran antar-petugas loket pada jam sibuk
c. Catat secara akurat waktu mula pasien menyerahkan berkas hingga pasien mendapatkan nomor kamar menggunakan lembar waktu (timer log)
Study
a. Data persentase pasien rawat inap yang selesai didaftarkan dalam waktu < 20 menit
b. Identifikasi pada tahap mana kemacetan (bootleneck) paling sering terjadi
Action
a. Menyediakan media edukasi ringkas (lembar informasi) untuk dibaca keluarga pasien saat mengantre, guna mempersingkat waktu selama di meja pendaftaran
b. Jika capaian membaik tetapi belum menyentuh 100% karena kendala berkas asuransi yang rumit, buat jalur khusus (fast track) terpisah untuk pasien umum dan pasien asuransi/BPJS, atau format General Consent (persetujuan umum) yang lebih ringkas
c. Jika hambatan murni karena sistem komputer/SIMRS yang lambat, ajukan perbaikan infrastruktur jaringan atau pembaruan perangkat keras ke manajemen dan bagian IT
Unit Rehab Medik
Plan
Mempertahankan capaian tingkat kepatuhan petugas memberikan surat kontrol sebelum pasien pulang
Do
Petugas ruangan tetap menjalankan checklist pasien pulang secara disiplin, memastikan surat kontrol sudah dicetak dan diserahkan bersama obat bawaan pulang
Study
a. Melakukan audit internal bulanan terhadap status rekam medis pasien pulang untuk memastikan salinan surat kontrol selalu terarsip dengan baik
b. Memantau apakah ada variasi kepatuhan pada situasi khusus
Action
Memberikan lembar observasi kepada petugas untuk mencatat jumlah pasien dan jumlah surat kontrol yang dicetak
Unit Laundry
Plan
a. Mempertahankan capaian tingkat kepatuhan proses pencucian linen sesuai dengan SPO
b. Menyusun jadwal pemeliharaan preventif (preventive maintenance) berkala untuk mesin cuci dan mesin pengering guna menghindari kerusakan teknis yang bisa merusak alur SPO
Do
a. Petugas laundry tetap menjalankan proses pencucian (mulai dari pemiliihan, penimbangan, pencucian dengan suhu/zat kimi yang tepat, pengeringan, hingga penyetrikaan) secara disiplin sesuai langkah SPO
b. Melakukan supervisi harian oleh Kepala Unit Laundry atau Tim PPI untuk memastkan tidak ada jalan pintas (shortcut) yang diambil oleh petugas
Study
a. Melakukan audit kepatuhan harian/mingguan menggunakan lembar tilik (checklist) kepatuhan SPO pencucian linen
b. Melakukan pemeriksaan mutu fisik linen secara berkala
c. Memantau apakah ada keluhan dari ruang rawat inap terkait kualitas linen
Action
Memepertahankan metode, tata letak visual SPO di ruang kerja, dan sistem monitoring harian yang telah berjalan dengan baik
Unit CSSD
Plan
a Meningkatkan capaian tingkat ketepatan persiapan alat dan set linen sesuai jenis operasi
b. Menyusun daftar inventarisasi baku (alat instrumen dan jenis linen) unuk setiap jenis operasi berdasarkan preferensi dokteer operator
Do
a. Melakukan double-check saat menyiapkan paket alat dan linen operasi
b. Catat setiap kali ditemukan ketidaksesuaian pada lembar pemantauan insiden
Study
a. Data persentase ketepatan persiapan alat dan linen
b. Evaluasi apakah hambatan berkurang dan apakah ada masukan dari tim dokter operator terkait kelengkapan alat di meja operasi
Action
Menerapkan prosedur double-check di ruang persiapan
Unit Keamanan
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan patroli keamanan sarana prasarana rumah sakit
b. Membagi area rumah sakit menjadi zona-zona patroli dengan jadwal waktu berkala yang ketat
Do
a. Mewajibkan petugas keamanan yang bertugas di zona tersebut untuk memindai kode dan mengisi laporan kondisi sarpras di setiap titik
b. Komandan regu melakukan pemantauan berkala terhadap jam masuknya data patroli tersebut
Study
Data persentase kepatuhan patroli sebelum (baseline) dan sesuah intervensi
Action
a. Integrasikan hasil data kepatuhan patroli ini ke dalam laporan bulanan Mutu sebagai bukti kontrol lingkungan fisik yang aman
b. Menerapkan pembagian tugas yang tegas
Unit Armada
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat waktu tanggap panggilan emergency (ambulance) kurang dari 5 menit
b. Ambulans wajib berangkat seketika begitu panggil gawat darurat terverifikasi
Do
Mencatat secara detail menggunakan stopwatch dan log-time otomatis: Jam telepon berdering → Jam panggilan diteruskan → Jam ambulans berangkat
Study
a. Data persentase penggilan emergency yang berhasil direspon (ambulan berangkat) dalam waktu < 5 menit
b. Identifikasi detik-detik krusial yang paling banyak membuang waktu
Action
a. Menerapkan peraturan dan sanksi yang tegas
b. Jika ada hambatan keterbatasan jumlah driver ajukan data pemantauan ini ke manajemen
Unit IPSRS Non Medis
Plan
a. Meningkatkan penyelesaian perbaikan sarpras non medis 2 x 24 jam dari TW 1 (belum 100%) ≥ menjadi 90% pada Jun 2026
b. PIC: Kepala IPSRS non medis
Do
a. Aktifkan sistem pelaporan kerusakan digital (Google Form/SIMRS) dan sosialisasikan ke seluruh kepala unit di April 2026
b. Setiap laporan kerusakan yang masuk dicatat waktu masuknya dan ditetapkan target penyelesaian (maks 2 x 24 jam)
c. Kepala IPSRS non medis mengecek dashboard laporan kerusakan setiap hari pagi
d. Laporan yang mendekati batas 2 x 24 jam diberi prioritas dan dikerjakan lebih dahulu
Study
a. Evaluasi bulanan: dari total laporan keruskan sarpras non medis, berap % yang selesai diperbaiki dalam 2 x 24 jam?
b. Identifikasi jenis kerusakan yang paling sering melebihi 2 x 24 jam, Apakah karena spare part tidak tersedia atau SDM kurang?
c. Laporan ke Komite Mutu: tanggla 5 setiap bulan
Action
a. Jika capaian ≥ 90% pertahankan sistem digital dan stok spare part yang memadai
b. Jika ada perbaikan yang selalu melebih 2 x 24 jam: Identifikasi apakah perlu tambahan tenanga atau pihak ketiga
c. Kerusakan yang berdampak pada keselamatan pasien (misal: lift, listrik darurat) diprioritaskan dan selesai dalam 1 x 24 jam
d. PIC:Kepala IPSRS non medis. Laporan : tanggal 5 setiap bulan
Unit IPSRS Medis
Plan
Meningkatkan capaian tingkat penyelesaian perbaikan kerusakan sarpras non medis dalam waktu 2 x 24 jam
Do
Menyebarkan QR Code Google Form "Lapor Rusak" di setiap unit
Study
a. Data persentase laporan kerusakan di area uji coba yang berhasil diselesaikan tepat waktu (2 x 24 jam)
b. Evaluasi apakah kualitas laporan dari ruangan (foto & deskripsi) membantu teknisi mempercepat eksekusi perbaikan
Action
Mengesahkan system pelaporan berbasis digital
Unit Housekeeping
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kepatuhan petugas dalam pembersihan kamar rawat inap meskipun tidak terpakai
b. Membuat SPO bahwa kamar kosong tetap harus dibersihkan
Do
Kabag Umum dan Koordinator Housekeeping melakukan inspeksi acak (cross-check) harian ke kamar - kamar kosong
Study
a. Data persentase kamar kosong yang berhasil dibersihkan setiap hari
b. Identifikasi kendala lapangan
Action
Menyusun SPO pembersihan kamar rawat inap kosong
Unit Logistik Umum
Plan
a. Meningkatkan capaian tingkat kesesuaian akurasi antara stok fisik, kartu stok , dan SIMRS
b. Membagi barang berdasarkan tingkat prioritasnya SDM yang terbatas hanya difokuskan untuk melakukan kontrol ketat harian pada kelompok tersebut, sementara kelompok lain dikontrol bulanan
Do
Petugas langsung menginput mutasi obat ke dalam SIMRS setiap kali transaksi selesai, terutama pada kelompok barang dengan prioritas utama
Study
a. Data persentase kesesuaian stok fisik , kartu stok dan SIMRS
b. Evaluasi beban kerja petugas
c. Identifikasi jika masih ada selisih angka antara stok fisik, kartu stok, dan SIMRS
Action
a. Membuat kebijakan tegas bahwa setiap barang masuk dan keluar harus tercatat
b. Mengajukan penambahan staf/tenaga administrasi logistik baru, jika diperlukan
Unit IPAL dan Limbah B3
Plan
Mempertahankan capaian tingkat ketepatan pengambilan limbah padat berbahaya sesuai dengan jadwal
Do
Monitoring pihak ketiga pengangkut limbah dalam mematuhi jadwal yang disepakati
Study
a. Melakukan audit kepatuhan bulanan terhadap ketepatan waktu pengangkutan limbah dari ruagan ke TPS B3
b. Memantau apakah ada variasi kepatuhan pada situasi khusus
c. Memeriksa kepatuhan penggunaan APD lengkap oleh petugas saat proses pengambilan limbah berlangsung demi keselamatan kerja (K3)
Action
Membuat rencana cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kendala armada pengangkut
Unit Kasir
Plan
Meningkatkan capaian ketetapan perhitungan tagihan sebelum pasien KRS
Do
a. Mewajibkan sistem real-time entry, aturan penginputan biaya/tindakan maksimal 1 jam setelah tindakan selsai dilakukan kepada pasien (input berjalan, bukan dirapel di akhir hari)
b. Petugas kasir melakukan audit cepat pencocokan biling digital dengan berkas fisik tepat saat instruksi pulang dari dokter keluar
Study
a. Persentase data pasien di ruangan yang tagihannya 100% akurat
b. Identifikasi jika masih ada selisih angka atau biaya susulan
Action
a. Jika alur real-time entry sukses mencapai target 100% akurat tanpa komplain susulan, patenkan alur tersebut menjadi SPO
b. Jika ketepatan membaik tetapi belum menyentuh 100%, terapkan kebijakan "Billing Close" per 2 x 24 jam
Unit Keuangan
Plan
Mempertahankan capaian ketepatan waktu penyusunan laporan kinerja keuangan
Do
Monitoring petugas untuk konsisten menerapkan batas akhir pengumpulan nota dan kuitansi dari seluruh unit di rumah sakit
Study
a. Memantau apakah ada variasi kepatuhan waktu pada situasi khusus
b. Mengevaluasi tingkat keakuratan isi laporan
Action
Menerapkan batas akhir pengumpulan laporan kinerja keuangan maksimal tanggal 10 setiap bulannya
Unit Sekretariat
Plan
Mempertahankan capaian ketepatan waktu distribusi surat
Do
Petugas administrasi tetap menjalankan proses pemilahan, pencatatan nomor, dan penyerahan surat secara real-time begitu surat diterima.
Study
a. Melakukan audit kepatuhan bulanan terhadap kecocokan antara jam surat masuk dengan jam surat diterima oleh unit tujuan
b. Memantau apakah ada variasi kepatuhan pada situasi khusus
c. Mengevaluasi apakah ada komplain dari unit kerja terkait adanya surat yang terselip atau salah antar
Action
Memanfaatkan media digital sebagai komplemen percepatan informasi
Unit Marketing
Plan
a. Mempertahankan capaian jumlah pasien baru rawat inap
b. Menyusun rencana kontingensi manajemen kapasitas (Surge Capacity Plan) apabila jumlah pasien baru terus melonjak melebihi 100% kapasitas normal (biar tidak terjadi overcrowding)
Do
Menerapkan panduan penempatan pasien baru secara konsisten di seluruh instalasi rawat inap
Study
Response time pemindahan pasien dari IGD ke ruan rawat inap
Action
Menetapkan strategi koordinasi antar unit
Unit IT
Plan
Menurunkan angka ketidaktepatan penginputan SIMRS oleh user lebih dari 2 x 24 jam
Do
a. Sosialisasi kepada user mengenai pentingnya real-time input untuk keselamatan pasien dan klaim rumah sakit
b. Tim IT memasang fitur penguncian otomatis oleh sistem jika lewat dari 2 x 24 jam, di mana user harus melapor ke IT untuk membuka kunci
Study
a. Data persentase kepatuhan user di ruangan uji coba dalam menginput data sebelum batas waktu 2 x 24 jam
b. Identifikasi kendala teknis
Action
a. Menerapkan kebijakan “Billing Close” per 2 x 24 jam mengenai tata kelola rekam medis elektronik / SIMRS
b.Memberikan laporan untuk menegur unit yang masih dengan kesalahan tinggi dalam penginputan
Unit SDM & Diklat
Plan
Meningkatkan kepatuhan evaluasi dan hasil kinerja karyawan sesuai siklus evaluasi kinerja rumah sakit per 3 bulan
Do
a. Memberikan edukasi kepada kepala unit cara pengisian format secara tepat
b. Membuat pengingat digital otomatis H-7 sebelum batas waktu penyerahan berkala
Study
a. Persentase kepatuhan unit
b. Hasil riil penilaian kinerja karyawan
c. Efektifitas pengingat digital
Action
Membuat panduan penilaian kinerja karyawan
Unit Perizinan
Plan
Mempertahankan tingkat ketepatan waktu perpanjangan dokumen legal rumah sakit
Do
Menerapkan metode yang sudah berhasil ke seluruh jenis dokumen legal
Study
a. Dokumen yang perlu masa perpanjangan
b. Lama waktu pemrosesan dokumen
c. Biaya pengurusan dokumen
Action
Menetapkan waktu pengingat pembaruan dokumen H-90 sebelum kadaluwarsa
Unit K3RS
Plan
Meningkatkan pelaporan insiden sebesar 40% dan memperbarui dokumen risiko di semua unit
Do
a. Membuat formulir pelaporan berbasis digital
b. Membuat pelatihan tentang cara identifikasi risiko
c. Menunjuk penanggung jawab mutu di tiap unit untuk Menyusun risk register lokal
Study
Jumlah laporan insiden
Action
a. Menerapkan system pelaporan digital ke seluruh unit rumah sakit
b. Mengampanyekan system pelaporan bersifat rahasia dan tanpa sanksi (no blame culture)
IPCN
